Ihram
Sebagian kita mungkin
tersentak ketika memakai pakaian ihram. Pikirannya, imajinasinya, membayangkan
bagaimana suatu saat saya mengenakan kain kafan. Atau ketika saya dikafani.
Merasa satu kakinya meninggalkan dunia melangkah ke alam akhirat. Setiap orang,
mau tidak mau, suka tidak suka, musti akan melepaskan dunia ini. Dengan
demikian, melalui ibadah haji/umrah umat Muslim dilatih secara sadar untuk
mengakui bahwa dunia ini hanya tempat sementara saja. Jadi ibadah haji/umrah
adalah suatu metode yang menyentuh kesadaran eksistensial, bahwa dunia ini
adalah tempat indekost.
Ketika kita mengenakan
pakaian ihram, kita lepaskan semua label-label, semua keangkuhan, semua
kebanggaan yang bersifat duniawi. Kita melepaskan semua itu, kemudian kita
menggunakan kain kafan, dan pada saat itulah kita menyadari bahwa kita tidak
mempunyai apa-apa yang akan kita banggakan sebagai bekal di hadapan Allah swt.,
kecuali amal saleh kita. Ketika semuanya kita lepaskan, yang tersisa pada akhirnya
ialah hanya sesuatu yang melekat dalam diri kita, yaitu iman dan amal.
Thawaf
Legenda menyatakan bahwa yang
mendirikan Ka'bah itu adalah Nabi Adam as. Jadi ketika Nabi Adam diusir dari
surga dengan segala kesedihannya, ada satu yang paling disedihkan Adam. Yaitu,
bahwa dia tidak lagi secara spiritual bisa mengikuti ibadahnya para Malaikat,
berkeliling mengitari Singgasana Allah ('Arsy). Kemudian, konon, menurut
legenda yang ditulis dalam beberapa kitab, Adam dihibur oleh Allah dengan
dibolehkannya Adam membuat Ka'bah sebagai tiruan 'Arsy Allah itu. Dan Adam
diperintah oleh Allah mengelilingi Ka'bah itu (thawaf). Jadi, thawaf itu adalah
semacam cara ibadah menirukan Malaikat mengelilingi 'Arsy Tuhan. Dan ternyata,
seluruh jagat raya ini melakukan thawaf. Misalnya, bulan thawaf mengelilingi
bumi. Bumi thawaf mengelilingi matahari. Dan matahari dan seluruh familinya
juga thawaf mengelilingi pusat dari galaksi. Dan galaksi-galaksi thawaf
mengelilingi pusat galaksi.
Dengan demikian, thawaf itu
sebetulnya warisan dari Nabi Adam as., yang menirukan gerakan seluruh alam raya
yang ada ini. Thawaf yang dilakukan seluruh alam ini merupakan pertanda bahwa
semua makhluk itu harus tunduk dan patuh kepada Sang Khaliq. Karenanya, bila
kita melakukan thawaf, seakan-akan kita menyatakan diri bahwa kita bagian dari
seluruh jagat raya yang muslim, yang islam, yang tunduk dan patuh kepada Tuhan.
Singkat cerita, Ka'bah yang
didirikan oleh Nabi Adam as dengan bahan-bahan sederhana, sehingga keeradaannya
tidak bisa bertahan lama, hilang tertimbun pasir. Dan yang membangun kembali
Ka'bah itu adalah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Lihat QS. Al-Baqarah: 127.
RSS Feed
Twitter
07.01
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar